-->

Nonton SCTV: ISLAM KTP Acara Ramadhan SCTV


Multivision Plus dengan Anjasmara sebagai produser pelaksana meluncurkan program sinetron baru, ISLAM KTP yang akan ditayangkan di layar kaca SCTV mulai 12 Juli. Bertemakan komedi religi, sinetron ini akan menghibur pemirsa selama bulan Ramadhan.

Saat jumpa pers di lokasi syuting Kampung Artis Jakarta Timur, Minggu (11/07), Anjasmara mengaku target sinetron tersebut memberi hiburan yang mendidik menyambut Ramadhan mendatang.

"Mudah–mudahan sinetron ISLAM KTP ini bisa mengisi kerinduan masyarakat untuk bisa menjadi lebih baik lagi di bulan Ramadhan dan bulan–bulan ke depan," ungkapnya.

Lebih lanjut, suami artis dan presenter Dian Nitami itu, mengungkapkan ide cerita dari sinetron yang disutradarai Syaiful Drajad ini diangkat dari perkembangan yang ada di masyarakat. "Kita Islam tapi minim pengetahuan tentang Islam," tegasnya.

"Sinetron ISLAM KTP ini mudah–mudahan bisa menginspirasi kita semua untuk menjadi lebih baik lagi dalam menjalankan ibadah," harap Anjas.

Sinetron yang menuturkan tentang keberadaan sosok Ustadz Ali yang tidak mau disebut ustadz karena beratnya tanggung jawab. Dia hanya ingin dipanggil Bang Ali, meski dinilai sebagai orang pilihan dengan penampilannya yang lumrah.

Turut mendukung dalam sinetron Idrus Mardani (Ustadz Ali), Rezky Aditya (Mamat), Aiman Rizky (Karyo), serta bintang baru seperti Martina Aisyah (Sabina), Lionil Hendrik (Jinan) dan Qubil (Mahdit).

Nonton Transtv Online: Program Ramadhan 2011


Memasuki Bulan Ramadhan 1432 H, TRANS TV memberikan persembahan spesial program-program in-house yang hadir selama Bulan Ramadhan untuk menemani ibadah puasa keluarga Indonesia. Santap sahur semakin lebih semangat, menunggu waktu berbuka pun terasa lebih bermanfaat dengan siraman rohani yang berbeda.

Di tahunnya yang ke empat, SAATNYA KITA SAHUR tetap setia menjadi pilihan program paling inspiratif diwaktu sahur.  SAATNYA KITA SAHUR tayang setiap hari di Bulan Ramadhan pkl. 02.30 WIB kini hadir dengan cerita dan tausiah yang menyentuh. Saatnya Kita Sahur akan mengisahkan cerita yang berbeda ditiap episodenya, mengangkat tema kehidupan sehari-hari seperti bakti kepada orang tua, kejujuran dan bersedekah. Olga Syahputra, Adul, Cagur, Omesh, Soimah, Kirana Larasati dan Oppie Kumis akan memainkan sketsa-sketsa yang penuh inspirasi diselingi tausiah oleh Ustadz Maulana. Santap sahur semakin semangat dengan hadirnya kuis interaktif bagi pemirsa setia.

BUKAN PUASA BIASA sebuah program dokumenter hadir setiap hari selama Bulan Ramadhan pkl. 16.00 WIB mengisahkan beratnya berpuasa bagi sebagian orang dengan pekerjaan tertentu. Kegigihan dan rasa syukur menjadi tekad mereka untuk tetap menjalankan ibadah puasa Ramadhan apapun halangannya. Pekerjaan pembuat arang menjadi salah satu episode yang menampilkan kesungguhan untuk tetap berpuasa walaupun pekerjaan yang sangat menempa fisik.
PINTU SURGA sebuah drama religius mengisahkan perjuangan Nadya seorang remaja putri, yang berasal dari keluarga sederhana dan belajar di pesantren. Nadya seorang anak yang tomboy dan pemberani ini diperankan oleh Dhea Imut didukung pula oleh Berliana Febrianti. Pada masa-masa remaja tersebut Nadya dihadapkan pada persoalan-persoalan kehidupan yang membuatnya menjadi pribadi yang memperjuangkan hak. Kisah inspiratifnya dapat menjadi pembelajaran bagi kaum muda masa kini.  PINTU SURGA tayang setiap hari pkl. 16.30 WIB.
AL KISAH adalah program kultum Ramadhan yang tayang setiap hari di Bulan Ramadhan menjelang waktu berbuka. Drama kultum AL KISAH memuat ‘cerita besar’, tentang usaha seorang pak haji dalam memakmurkan masjid di tengah warga rusun yang sibuk dengan kehidupan dunianya. Ia menjadi tempat bertanya dan meminta nasihat para warga rusun karena pemahaman agamanya yang mendalam.

Pak haji yang diperankan oleh Ustadz Othman Oemar Shihab ini menjadi bagian dari warga rusun yang hidup dengan aneka macam persoalan manusia di dalamnya. Fauzi Badillah yang dikenal sebagai preman rusun yang kerap memalak warga, satu saat tergetar hatinya setelah mendengar suara ayat-ayat suci Al Qur’an dibacakan. Ia pun sadar dan berusaha meniti kembali jalan hidupnya ke arah yang benar.

Adi Bing Slamet sebagai pak RT yang suka memanfaatkan jabatannya untuk kepentingan pribadi. Ia kerap berbohong pada warga untuk mendapatkan uang tambahan dan menerima suap. Bu RT yang diperankan Asti Ananta berusaha mengingatkan suaminya atas keburukan-keburukan yang dilakukan sang suami.

Aty Fathiyah sebagai bu Kuncen. Ia mendapat julukan bu Kuncen karena perannya yang dipercaya warga rusun sebagai tempat untuk menitipkan kunci. Hamka Siregar yang berperan sebagai Ucok sang hansip, bertubuh gempal namun penakut. Dewi yang diperankanApril adalah seorang gadis asal Sunda yang tengah merintis karir sebagai seorang artis.
JIKA AKU MENJADI - RAMADHAN (JAM RAMADHAN) adalah salah satu program Ramadhan TRANS TV setiap hari pkl. 17.30 WIB, yang menayangkan informasi tentang lika-liku kehidupan orang dengan pekerjaan/profesi tertentu dari kalangan masyarakat kelas bawah. JAM Ramadhan akan dibuka dengan puisi-puisi karya Taufik Ismail yang dibawakan oleh Dewi Yull dan Astri Ivo yang menyentuh qolbu. Kisah yang diangkat akan lebih banyak eksplorasi tentang nilai religius, baik dari pihak narasumber ataupun talentdiiringi dengan lagu-lagu Islami. Selain talent  reguler, yang biasanya berasal dari kalangan mahasiswi/ mahasiswa, karyawan, presenter ataupun model, di JAM Ramadhan juga melibatkan selebritis sebagai talent. Pada salah satu episodenya Deasy Bouman seorang selebriti menjalani kehidupan di keluarga buruh pencari pasir kuarsa di Lampung Timur. Berbagai pelajaran kehidupan mampu memberikannya semangat toleransi dan solidaritas sosial dimasyarakat.
PULANG KAMPUNG adalah program tahunan News TRANS TV yang dibuat untuk menyediakan informasi bagi masyarakat selama arus mudik Lebaran. Pulkam 2011 meliputi pelaporan yang disiarkan secara langsung (live report), seputar arus mudik dan arus balik, menjelang dan sesudah Idul Fitri. Informasi tersebut diantaranya mencakup info lalu-lintas, kemacetan, kecelakaan serta  peristiwa besar yang  terjadi sepanjang kurun waktu arus mudik dan arus balik. Selain itu ada juga tips mudik serta liputan tempat-tempat wisata dan sentra oleh-oleh. 
PULKAM 2011 mulai tayang 23 Agustus-6 September 2011 di program Reportase Pagi pkl. 06.30 WIB, Reportase Siang Pkl.12.00 WIB dan Reportase Sore pkl. 15.30 WIB. Program ini menyampaikan informasi dibeberapa titik arus mudik Pulau Jawa berlokasi di jalur Selatan, Jalur Pantai Utara dan Surabaya.
TRANS TV menghadirkan TABLIGH AKBAR bersama USTADZ MAULANA yang hadir setiap Jumat pkl. 20.30-22.30 WIB. Tabligh Akbar akan diadakan di beberapa tempat dengan menghadirkan musisi-musisi ternama seperti Iwan Fals.

Selain itu program reguler akan hadir bernuansa Ramadhan seperti SKETSA RAMADHAN setiap hari pkl. 02.00 WIB dikemas menarik dan lebih segar menemani santap sahur keluarga. PEPPY THE XPLORER SPESIAL RAMADHAN Senin-Jumat pkl. 13.30 WIB.PERJALANAN ISLAM DI INDONESIA Senin-Minggu pkl. 05.30 WIB. Makna Kehidupan & Halal Senin-Minggu pkl. 06.00 WIB.


NONTON RCTI: 22 Tahun RCTI dan Idul Fitri 1432 H - PRESS RELEASE


(PRESS RELEASE) Perjalanan panjang selama 22 tahun telah dilalui RCTI sebagai stasiun televisi kebanggaan bersama milik bangsa. Dalam rentang waktu tersebut, RCTI berhasil mempertahankan posisinya sebagai stasiun televisi nomor satu dan selalu memberikan yang terbaik bagi pemirsa.
Tahun ini sebuah pertunjukan akbar "Mahakarya RCTI 22" akan digelar untuk merayakan ulang tahun RCTI ke-22. Program spesial yang menggabungkan konser musik, drama, atraksi magicdan sirkus ini akan menjadi suguhan pertunjukan yang spektakuler dalam perayaan ulang tahun RCTI.
"Mahakarya RCTI 22" berkisah tentang perjuangan seorang pemuda desa dalam mendapatkan restu sang raja untuk mencintai putrinya. Dalam waktu 22 hari, ia harus menjelajahi berbagai negeri untuk mendapatkan Tri Pusaka yang disyaratkan oleh sang Raja. Selama perjalanan, berbagai rintangan menghadang, salah satunya dari seorang pangeran jahat dan punggawa yang selalu berusaha menggagalkan dirinya. Apakah dengan kekuatan cinta, ketetapan hati dan kebaikan sang pemuda, ia berhasil melewati rintangan tersebut ?
"Mahakarya RCTI 22 merupakan pertunjukan spektakuler yang melibatkan ratusan artis, magician dan pemain sirkus nasional maupun international serta musisi ternama yang dikemas dalam sebuah ide cerita. Ide kreatif, konsep acara dan infrastruktur pendukung program telah kami persiapkan dengan matang," ujar Rudy Ramawy, Production and Programming Director RCTI. "Hampir semua latar visual dalam pertunjukan ini menggunakan art property dan multimedia yang berlapis-lapis," tambahnya.
Pertunjukan ini  akan ditayangkan live, Rabu, 17 Agustus 2011, pukul 19.30 WIB dari Hall D2 Kemayoran Jakarta. Didukung oleh deretan bintang papan atas yaitu Nikita Willy, Afgan, Olga Syahputra, Raffi Ahmad, Komeng, Atalarik Syach, Ana Pinem, Deddy Corbuzier, Limbad, Joe Sandy, Dani Lary, Ungu, ST12, Kotak, Wali, J Rocks, D' Masiv, Geisha, Vierra, D' Bagindas, Mulan Jameela, Vicky Shu, Vidi AldianoCalvin Jeremy, Petra Sihombing, Angel 'Idola Cilik',Shaolin Masters, Ucok Baba, Sarwan 'MasterChef' dan Lucky 'MasterChef'.
Tak hanya itu, rangkaian film Box Office Movie Platinum Special HUT dan Box Office Indonesia Special HUT siap menambah kemeriahan HUT RCTI ke-22. Box Office Movie Platinum Special HUT diawali dengan Indiana Jones and The Kingdom of Crystal Skull, tayang perdana di televisi pada hari Minggu, 14 Agustus 2011, pukul 21.30 WIB lalu X-Men Origins Wolverine pada hariMinggu, 21 Agustus 2011 pukul 21.30 WIB.
Box Office Indonesia Special HUT dimulai dengan Anakluh hadir pada hari Selasa, 16 Agustus 2011 pukul 22.30 WIB, dan hadir pula Oh Tidak pada hari Senin, 22 Agustus 2011 pukul 22.30 WIB, keesokan harinya, hadir film Cewek Gokil pada hari Selasa, 23 Agustus 2011, pukul 22.30 WIB dan Dahsyat HUT pada 24 Agustus 2011 pukul 09.00 WIB.
Masih ditanggal 24 Agustus 2011, RCTI akan menghadirkan Film Sang Pencerah. Film tentang Ahmad Dahlan yang diperankan oleh Lukman Sardi ini  berkisah tentang bagaimana upaya Ahmad Dahlan dalam meluruskan pemahaman masyarakat Yogyakarta tentang Agama Islam. Jangan lewatkan film yang kaya akan nilai-nilai keagamaan ini pada Rabu, 24 Agustus 2011pukul 19.30 WIB.
Tuntas dengan kemeriahan program HUT RCTI ke - 22, RCTI kembali menambah keceriaan di hari penuh kemenangan dengan menghadirkan Box Office Indonesia Spesial Lebaran. Selain itu pada 30 Agustus 2011 Shalat Idul Fitri akan disiarkan langsung dari Mesjid Istiqlal Jakarta.Dilanjutkan dengan tayangan spesial Dahsyatnya Lebaran pukul 09.30 WIB.
Semakin mewarnai kemeriahan Idul Fitri 1432 H,  Film Indonesia Spesial Lebaran Si Doel Anak Pinggiran akan tayang perdana di RCTI. Film spesial ini merupakan kisah lanjutan dari sinetron Si Doel Anak Sekolahan yang tayang di RCTI di tahun 90-an. Seperti apakah kelanjutan kisahnya? Temukan jawabannya di Film Indonesia Special Lebaran Si Doel Anak Pinggiran, Selasa, 30 Agustus 2011, pukul 15.30 WIB.
Masih di hari lebaran, Film Dalam Mihrab Cinta hadir menemani malam andaFilm yang diambil dari novel karya Habiburrahman El Shirazy ini, menceritakan kisah Syamsul, seorang pemuda usia 20 tahun yang menuntut ilmu di sebuah pesantren. Namun, dalam kenyataannya kehidupan di pesantren tidak sesuai harapan. Syamsul dituduh mencuri dan dia pun harus mengalami kisah pahit karena tuduhan tersebut. Bagaimana kisah selanjutnya? Saksikan Dalam Mihrab Cinta, Selasa, 30 Agustus 2011, pukul 21.30 WIB.
Tak hanya itu, kisah-kisah inspiratif penuh makna tetap kami hadirkan untuk anda. Rumah Tanpa Jendela tayang Rabu, 31 Agustus 2011 pukul 15.30 WIB. Selanjutnya dihari yang sama, akan tayang 7 Hati 7 Cinta 7 Wanita pada pukul  22.00 WIB.
Jangan lewatkan rangkaian program spesial 22 Tahun RCTI  dan Idul Fitri 1432 H hanya di RCTI !

Pengaruh TV Di Kamar Tidur


Menonton acara televisi di kamar tidur memang cukup menghibur bagi pasangan yang telah menikah. Tapi, ternyata juga memiliki dampak terhadap kehidupan seks pasangan. Benarkah? Menurut penelitian, keputusan untuk meletakkan TV di kamar tidur bisa mengganggu kehidupan seks anda.
Penelitian yang dilakukan seksolog dari Italia itu mengatakan, frekuensi hubungan seks yang dilakukan oleh pasangan yang memiliki perangkat TV di kamar tidur ternyata hanya setengahnya saja dibanding pasangan yang tidak memiliki TV di kamar tidurnya.

"Bila tidak ada televisi di kamar tidur, frekuensi hubungan seksualnya dua kali lipat," tutur Serenella Salomoni, yang bersama tim psikolognya menanyai 523 pasangan suami istri Italia untuk mengetahui efek televisi pada kehidupan seks mereka.

Secara rata-rata, pasangan yang tidak menaruh TV di kamar tidur melakukan hubungan seks dua kali dalam seminggu, atau sekitar delapan kali sebulan. Angka ini turun menjadi setengahnya, yaitu empat kali sebulan bagi pasangan yang memiliki TV di kamar tidurnya.

Bagi pasangan berusia 50-an, penurunan ini malah sangat tajam. Bila pasangan tanpa TV di kamar tidurnya berhubungan tujuh kali dalam seminggu, pasangan yang menaruh TV di kamar tidurnya hanya melakukan sebanyak 1 hingga 5 kali saja per bulan.

Sebagaimana diberitakan Reuters Health, penelitian ini juga mengungkapkan bahwa programp-program TV tertentu lebih mematikan gairah seks dibanding program lainnya. Bagi keseluruhan pasangan yang ditanya, film-film dengan adegan kekerasan memadamkan hasrat seks sampai setengahnya, sedang tayangan reality show menekan hasrat seluruh pasangan hingga sepertiganya.




Menjauhkan Anak dari Pengaruh TV

Televisi (TV) kini telah menjadi salah satu bagian penting dalam keluarga. Hampir setiap rumah memiliki kotak ajaib ini. Tak jarang, kegiatan lain pun dilakukan seraya menonton TV. Bahkan, tidak sedikit dari kita yang menjadikan TV sebagai pengasuh, guru, penghibur atau bahkan sarana promosi dagang. Lalu, apa yang dapat Anda lakukan untuk menghindari pengaruh program televisi bagi anak?

1. Mulailah sekarang juga
Tak sedikit anak-anak yang ketagihan menonton TV sejak berusia dini. Kebiasaan menyaksikan tontonan TV yang dapat merusak moral anak dapat diubah hanya dengan menggantikannya dengan berbagai kebiasaan baru di luar menonton TV. Ubah sedikit demi sedikit setiap hari.

2. Letakkan TV di ruangan yang jarang digunakan
Dengan meletakkan TV di ruangan yang jauh dari tempat anggota keluarga berkumpul dan berkegiatan, anak-anak diharapkan enggan menonton dan menjadi lebih selektif dalam memilih acara-acara yang akan ia tonton.

3. Sehari tanpa TV
Diskusikan bersama keluarga untuk memilih satu hari tanpa TV. Tentukan kegiatan apa yang akan dilakukan pada hari yang telah disepakati tersebut.

4. Jangan jadikan TV sebagai "babysitter"
Anda tentu tidak bakal menitipkan anak begitu saja kepada orang asing. Anggap saja TV sebagai "orang asing" ini. Ya, TV tidak dapat menanggapi tangisan
anak atau mengetahui apa anak Anda ketakutan atau tidak; atau mengingatkan acara yang ditayangkan hanya untuk orang dewasa.

5. Pilih acara yang akan ditonton
Anda bisa membatasi acara apa saja yang akan Anda saksikan bersama keluarga. Misalnya, dengan membaca ulasan acara TV yang banyak dimuat di berbagai tabloid dan surat kabar acara televisi. Jangan hanya menyetel TV untuk melihat semua yang ditayangkan. Bantu anak untuk memilih program sesuai usia, minat dan kematangannya.

5. Dampingi anak
Dampingi anak-anak menonton acara yang telah mereka pilih, dan bantu mereka menilai acara yang mereka tonton berdasarkan nilai-nilai dan tradisi yang ditanamkan dalam keluarga.

6. Beda rekayasa dan kehidupan nyata
Jelaskan kepada anak bahwa kekerasan atau teror yang mereka saksikan dalam film hanyalah akting, bukan kejadian sebenarnya.

7. Diskusikan iklan-iklan
Tunjukkan pada anak, mana saja iklan-iklan yang hanya membujuk mereka mengeluarkan uang untuk membeli sesuatu yang kurang bermanfaat. Beri kebebasan anak untuk membantu Anda memilih benda yang bermanfaat atau makanan yang bergizi bagi seluruh anggota keluarga.

8. Jadikan ide
Anda bisa menjadikan acara TV sebagai ide untuk melakukan kegiatan bersama anak. Misalnya, buat daftar produk-produk iklan televisi yang Anda miliki di rumah dan hitung jumlahnya. Mainkan acara kuis favorit keluarga dengan versi sendiri bersama anak-anak.

9. Cari kegiatan lain
Menonton TV memang menyenangkan, begitu juga dengan mengisi TTS, bermain kartu, scrabble atau monopoli. Bila Anda dapat mengalihkan anak dari kebiasaan menonton TV, anak pun akan terhindar dari kecanduan.

10. Bacakan buku
Mulailah membacakan buku untuk anak sejak dini agar dapat membantunya menemukan keajaiban membaca. Anak-anak biasanya senang mendengarkan orangtua mereka membacakan buku, apalagi sebelum tidur.




Menonton TV Yang Sehat Untuk Anak-Anak


Pada zaman sekarang kebiasaan anak-anak salah satunya adalah kegemaran menonton berbagai macam tayangan televisi. Bila zaman dulu, televisi menjadi sebuah barang yang langka bagi anak-anak, masa sekarang ini televisi adalah salah satu alat komunikasi yang sudah biasa.
Pada dasarnya Televisi memiliki banyak manfaat, antara lain: mendapatkan berbagai macam informasi dari berbagai macam sumber, mendapatkan berbagai macam pengetahuan, sarana untuk relaksasi diri, dan bagi anak-anak dengan adanya televisi mereka jadi jarang ke luar.

Begitu banyak acara yang ditawarkan di televisi, termasuk acara yang ditujukan untuk anak-anak. Di satu sisi, anak-anak akan mendapatkan manfaat yang begitu banyak yaitu mendapatkan hiburan. Namun di sisi lain anak-anak juga akan teracuni dengan berbagai macam acara televisi yang seolah-lah tiada hentinya itu.
Bayangkan saja, mulai dari pagi hingga menjelang pagi, televisi menawarkan begitu banyak acara televisi untuk anak-anak. Anak-anak yang sudah kecanduan untuk menonton televisi sama halnya dengan ibu-ibu yang sudah kecanduan facebook. Kebiasaan tersebut akan susah dihilangkan.
Bila anak-anak sudah mulai kecanduan televisi, maka mereka akan mengabaikan tugas-tugas sekolah dan tugas-tugas rumah. Akibatnya anak akan menjadi korban dari kecanggihan zaman. Sehari saja tidak menonton televisi, maka si anak akan merasa tidak nyaman.
Oleh sebab itu di bawah ini ada beberapa cara sehat menonton TV untuk anak-anak, yaitu:
1. Perhatikan jarak mata dengan TV
Cara sehat menonton TV yang pertama adalah menonton dengan jarak tertentu dari layar TV. Disarankan untuk memberi jarak minimal sejauh 6 x diagonal TV. Kalau TV dirumah kita berukuran diagonal 29 inchi maka jarak amannya adalah 6 x 29 inchi = 174 inchi = 4.35 meter.
2. Batasi jam menonton televisi
Cara sehat menonton TV yang kedua adalah dengan membatasi jam menonton televisi misalnya sehari selama 2 jam dan tidak lebih. Tentu saja porsi menonton televisi juga harus disesuaikan dengan umur anak. Semakin dewasa si anak, maka jatah untuk menonton televisi harus semakin dikurangi.
3. Pilihlah acara yang benar-benar sesuai dengan umur mereka
Tak semua acara televisi yang disediakan oleh media televisi bagus untuk ditonton sekalipun acara tersebut ditujukan untuk anak-anak. Nyatanya masih banyak acara yang tidak sesuai untuk anak-anak meskipun berkedok acara anak-anak. Oleh sebab itu cara sehat menonton TV untuk anak-anak adalah dengan memilihkan mereka acara yang memang sesuai dengan usia mereka. Jangan sampai mereka menonton tayangan yang tidak seharusnya ia tonton.
4. Beri pengertian
Anak zaman sekarang adalah tipe anak yang kritis dan suka bertanya, maka dari itu orang tua berkewajiban untuk memberikan mereka pengertian, dalam hal ini adalah pengertian tentang cara sehat menonton TV. Sejak kecil seorang anak harus tahu bahwa kebanyakan menonton TV menyebabkan sesuatu yang tidak baik bagi kesehatan mereka.
5. Beri jadwal
Memberi jadwal kepada anak-anak tentang peraturan menonton televisi. Misalnya, dalam seminggu si anak diizinkan untuk menonton televisi selama berapa jam? Jam berapa saja? Bila perlu dicatat dan ditempel.
6. Berikan reward jika anak mematuhi perjanjian menonton televisi
Cara sehat menonton TV untuk anak-anak adalah dengan memberikan penghargaan kepada anak-anak bahwa bila mereka menaati peraturan tentang berapa lama mereka diizinkan untuk menonton televisi, maka orang tua harus memberikan penghargaan kepada mereka.
Begitu banyak pengaruh televisi terhadap anak, oleh sebab itu diperlukan cara sehat dalam menonton TV agar anak tidak menjadi korban teknologi.
(Sumber : http://polahidupsehat.info)


Daftar Stasiun Televisi Di Indonesia

Stasiun televisi di Indonesia ada sejak berdirinya TVRI pada 1962 silam . Selama 27 tahun, penduduk Indonesia hanya bisa menyaksikan satu saluran saja. Namun pada tahun 1989, Pemerintah akhirnya mengizinkan RCTI sebagai stasiun televisi swasta pertama di Indonesia, meski hanya penduduk yang mempunyai antena parabola dan dekoderlah yang dapat menyaksikan RCTI, walaupun pada akhirnya dibuka untuk masyarakat mulai tanggal 21 Maret 1992 di Bandung.

Berikut adalah daftar stasiun televisi di Indonesia.
  • antv
  • Global TV
  • Indosiar
  • MetroTV
  • MNCTV
  • RCTI
  • SCTV
  • Trans TV
  • Trans7
  • tvOne
  • TVRI

TVRI

Televisi Republik Indonesia (TVRI) adalah stasiun televisi pertama di Indonesia, yang mengudara pada tanggal 23 Agustus 1962[1]. Siaran perdananya menayangkan Upacara Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-17 dari Istana Negara Jakarta. Siarannya ini masih berupa hitam putih. TVRI kemudian meliput Asian Games yang diselenggarakan di Jakarta.

Dahulu TVRI pernah menayangkan iklan dalam satu tayangan khusus yang dengan judul acara Mana Suka Siaran Niaga (sehari dua kali). Pada tahun 80-an dan 90-an TVRI tidak diperbolehkan menayangkan iklan, dan akhirnya TVRI kembali menayangkan iklan. Status TVRI saat ini adalah Lembaga Penyiaran Publik. Sebagian biaya operasional TVRI masih ditanggung oleh negara.

TVRI memonopoli siaran televisi di Indonesia sebelum tahun 1989 ketika didirikan televisi swasta pertama RCTI di Jakarta, dan SCTV pada tahun 1990 di Surabaya.

Sejarah

Latar belakang
Pada tahun 1961, Pemerintah Indonesia memutuskan untuk memasukkan proyek media massa televisi ke dalam proyek pembangunan Asian Games IV di bawah koordinasi urusan proyek Asian Games IV.

Pada tanggal 25 Juli 1961, Menteri Penerangan mengeluarkan SK Menpen No. 20/SK/M/1961 tentang pembentukan Panitia Persiapan Televisi (P2T).
Pada 23 Oktober 1961, Presiden Soekarno yang sedang berada di Wina mengirimkan teleks kepada Menteri Penerangan saat itu, Maladi untuk segera menyiapkan proyek televisi (saat itu waktu persiapan hanya tinggal 10 bulan) dengan jadwal sebagai berikut:
  • Membangun studio di eks AKPEN di Senayan (TVRI sekarang).
  • Membangun dua pemancar: 100 watt dan 10 Kw dengan tower 80 meter.
  • Mempersiapkan software (program dan tenaga).

Pada tanggal 17 Agustus 1962, TVRI mulai mengadakan siaran percobaan dengan acara HUT Proklamasi Kemerdekaan Indonesia XVII dari halaman Istana Merdeka Jakarta, dengan pemancar cadangan berkekuatan 100 watt. Kemudian pada 24 Agustus 1962, TVRI mengudara untuk pertama kalinya dengan acara siaran langsung upacara pembukaan Asian Games IV dari stadion utama Gelora Bung Karno.

Pada tanggal 20 Oktober 1963, dikeluarkan Keppres No. 215/1963 tentang pembentukan Yayasan TVRI dengan Pimpinan Umum Presiden RI.

Pada tahun 1964 mulailah dirintis pembangunan Stasiun Penyiaran Daerah dimulai dengan TVRI Stasiun Yogyakarta, yang secara berturut-turut diikuti dengan Stasiun Medan, Surabaya, Makassar, Manado, Denpasar, dan Balikpapan.

Pembangunan Stasiun Produksi Keliling

Mulai tahun 1977, secara bertahap di beberapa ibu kota Provinsi dibentuklah Stasiun-stasiun Produksi Keliling atau SPK, yang berfungsi sebagai perwakilan atau koresponden TVRI di daerah, yang terdiri dari:
  • SPK Jayapura
  • SPK Ambon
  • SPK Kupang
  • SPK Malang (Tahun 1982 diintegrasikan dengan TVRI Stasiun Surabaya)
  • SPK Semarang
  • SPK Bandung
  • SPK Banjarmasin
  • SPK Pontianak
  • SPK Banda Aceh
  • SPK Jambi
  • SPK Padang
  • SPK Lampung

TVRI pada Era Orde Baru

Tahun 1974, TVRI diubah menjadi salah satu bagian dari organisasi dan tatakerja Departemen Penerangan, yang diberi status Direktorat, langsung bertanggung-jawab pada Direktur Jendral Radio, TV, dan Film, Departemen Penerangan Republik Indonesia.

Sebagai alat komunikasi Pemerintah, tugas TVRI adalah menyampaikan informasi tentang kebijakan Pemerintah kepada rakyat dan pada waktu yang bersamaan menciptakan two-way traffic (lalu lintas dua jalur) dari rakyat untuk pemerintah selama tidak mendiskreditkan usaha-usaha Pemerintah.

Pada garis besarnya tujuan kebijakan Pemerintah dan program-programnya adalah untuk membangun bangsa dan negara Indonesia yang modern dengan masyarakat yang aman, adil, tertib dan sejahtera, yang bertujuan supaya tiap warga Indonesia mengenyam kesejahteraan lahiriah dan mental spiritual. Semua kebijaksanaan Pemerintah beserta programnya harus dapat diterjemahkan melalui siaran-siaran dari studio-studio TVRI yang berkedudukan di ibukota maupun daerah dengan cepat, tepat dan baik.

Semua pelaksanaan TVRI baik di ibu kota maupun di Daerah harus meletakkan tekanan kerjanya kepada integrasi, supaya TVRI menjadi suatu well-integrated mass media (media massa yang terintegrasikan dengan baik) Pemerintah.

Tahun 1975, dikeluarkan SK Menpen No. 55 Bahan siaran/KEP/Menpen/1975, TVRI memiliki status ganda yaitu selain sebagai Yayasan Televisi RI juga sebagai Direktorat Televisi, sedang manajemen yang diterapkan yaitu manajemen perkantoran/birokrasi.

TVRI pada Era Reformasi

Bulan Juni 2000, diterbitkan Peraturan Pemerintah No. 36 tahun 2000 tentang perubahan status TVRI menjadi Perusahaan Jawatan (Perjan), yang secara kelembagaan berada di bawah pembinaan dan bertanggung jawab kepada Departemen Keuangan RI.

Bulan Oktober 2001, diterbitkan Peraturan Pemerintah No. 64 tahun 2001 tentang pembinaan Perjan TVRI di bawah kantor Menteri Negara BUMN untuk urusan organisasi dan Departemen Keuangan RI untuk urusan keuangan.

Tanggal 17 April 2002, diterbitkan Peraturan Pemerintah No. 9 tahun 2002, status TVRI diubah menjadi Perseroan Terbatas (PT) TVRI di bawah pengawasan Departemen Keuangan RI dan Kementerian Negara BUMN.

Selanjutnya melalui Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 tahun 2002 tentang Penyiaran, TVRI ditetapkan sebagai Lembaga Penyiaran Publik yang berbentuk badan hukum yang didirikan oleh negara. Semangat yang mendasari lahirnya TVRI sebagai Lembaga Penyiaran Publik adalah untuk melayani informasi untuk kepentingan publik, bersifat netral, mandiri dan tidak komersial. Peraturan Pemerintah Nomor 13 tahun 2005 menetapkan bahwa tugas TVRI adalah memberikan pelayanan informasi, pendidikan dan hiburan yang sehat, kontrol dan perekat sosial, serta melestarikan budaya bangsa untuk kepentingan seluruh lapisan masyarakat melalui penyelenggaraan penyiaran televisi yang menjangkau seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Televisi Republik Indonesia (TVRI) merupakan stasiun televisi tertua di Indonesia dan satu-satunya televisi yang jangkauannya mencapai seluruh wilayah Indonesia dengan jumlah penonton sekitar 82 persen penduduk Indonesia. Saat ini TVRI memiliki 27 stasiun Daerah dan 1 Stasiun Pusat dengan didukung oleh 376 satuan transmisi yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Ke 27 TVRI Stasiun Daerah tersebut adalah :

  • TVRI Stasiun DKI Jakarta
  • TVRI Stasiun Nangroe Aceh Darussalam
  • TVRI Stasiun Sumatera Utara
  • TVRI Stasiun Sumatera Selatan
  • TVRI Stasiun Jawa Barat dan Banten
  • TVRI Stasiun Jawa Tengah
  • TVRI Stasiun Jogyakarta
  • TVRI Stasiun Jawa Timur
  • TVRI Stasiun Bali
  • TVRI Stasiun Sulawesi Selatan
  • TVRI Stasiun Kalimantan Timur
  • TVRI Stasiun Sumatera Barat
  • TVRI Stasiun Jambi
  • TVRI Stasiun Riau dan Kepulauan Riau
  • TVRI Stasiun Kalimantan Barat
  • TVRI Stasiun Kalimantan Selatan
  • TVRI Stasiun Kalimantan Tengah
  • TVRI Stasiun Papua
  • TVRI Stasiun Bengkulu
  • TVRI Stasiun Lampung
  • TVRI Stasiun Maluku dan Maluku Utara
  • TVRI Stasiun Nusa Tenggara Timur
  • TVRI Stasiun Nusa Tenggara Barat
  • TVRI Stasiun Gorontalo
  • TVRI Stasiun Sulawesi Utara
  • TVRI Stasiun Sulawesi Tengah
  • TVRI Stasiun Sulawesi Tenggara

Karyawan TVRI pada Tahun Anggaran 2007 berjumlah 6.099 orang, terdiri atas 5.085 orang Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan 1.014 orang Tenaga Honor/Kontrak yang tersebar di seluruh Indonesia dan sekitar 1.600 orang di antaranya adalah karyawan Kantor Pusat dan TVRI Stasiun Pusat Jakarta.

TVRI bersiaran dengan menggunakan dua sistem yaitu VHF dan UHF, setelah selesainya dibangun stasiun pemancar Gunung Tela Bogor pada 18 Mei 2002 dengan kekuatan 80 Kw. Kota-kota yang telah menggunakan UHF yaitu Jakarta, Bandung dan Medan, selain beberapa kota kecil seperti di Kalimantan dan Jawa Timur.

TVRI Pusat Jakarta setiap hari melakukan siaran selama 19 jam, mulai pukul 05.00 WIB hingga 24.00 WIB dengan substansi acara bersifat informatif, edukatif dan entertain.

TVRI dewasa ini

Dengan perubahan status TVRI dari Perusahaan Jawatan ke TV Publik sesuai dengan undang-undang nomor 32 tahun 2002 tentang penyiaran, maka TVRI diberi masa transisi selama 3 tahun dengan mengacu Peraturan Pemerintah Nomor 9 tahun 2002 di mana disebutkan TVRI berbentuk PERSERO atau PT.

Melalui PERSERO ini Pemerintah mengharapkan Direksi TVRI dapat melakukan pembenahan-pembenahan baik di bidang Manajemen, Struktur Organisasi, SDM dan Keuangan. Sehubungan dengan itu Direksi TVRI tengah melakukan konsolidasi, melalui restrukturisasi, pembenahan di bidang Marketing dan Programing, mengingat sikap mental karyawan dan hampir semua acara TVRI masih mengacu pada status Perjan yang kurang memiliki nilai jual.
Khusus mengenai karyawan, Direksi TVRI melalui restrukturisasi akan diketahui jumlah sumber daya manusia yang dibutuhkan, berdasarkan kemampuan masing-masing individu karyawan untuk mengisi fungsi-fungsi yang ada dalam struktur organisasi sesuai dengan keahlian dan profesi masing-masing, dengan kualifikasi yang jelas.

Melalui restrukturisasi tersebut akan diketahui apakah untuk mengisi fungsi tersebut di atas dapat diketahui, dan apakah perlu dicari tenaga profesional dari luar atau dapat memanfaatkan sumberdaya TVRI yang tersedia.

Dalam bentuk PERSERO selama masa transisi ini, TVRI benar-benar diuji untuk belajar mandiri dengan menggali dana dari berbagai sumber antara lain dalam bentuk kerjasama dengan pihak luar baik swasta maupun sesama BUMN serta meningkatkan profesionalisme karyawan.
Dengan adanya masa transisi selama 3 tahun ini, diharapkan TVRI akan dapat memenuhi kriteria yang disyaratkan oleh undang-undang penyiaran yaitu sebagai TV publik dengan sasaran khalayak yang jelas.

Bertepatan dengan peringatan hari kebangkitan nasional tanggal 20 Mei 2003 yang lalu, TVRI mengoperasikan kembali seluruh pemancar stasiun relay TVRI sebanyak 376 buah, yang tersebar di seluruh Indonesia.

Sebagai stasiun televisi pertama di negeri ini, TVRI telah melalui perjalanan panjang dan mempunyai peran strategis dalam perjuangan dan perjalanan kehidupan bangsa. Sesuai dengan Undang-undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang penyiaran, bertepatan dengan ulang tahunnya yang ke-44 (24 Agustus 2006), TVRI resmi menjadi Lembaga Penyiaran Publik.

Programa 2

TVRI juga memiliki Programa 2 Jakarta, pada saluran/chanel 8 VHF. Programa 2 mulai mengudara pada April 1989 dengan acara tunggal siaran berita bahasa Inggris dengan nama Six Thirty Report selama setengah jam pukul 18.30 WIB, di bawah tanggung jawab bagian Pemberitaan.
Pada perkembangannya rubrik tersebut berubah nama menjadi English News Service (ENS).

Programa 2 TVRI kini mengudara mulai pukul 16.00 - 21.00 WIB dengan berbagai jenis acara berita dan hiburan.
Sekarang ini tengah dilakukan negosiasi dengan pihak swasta untuk bekerjasama di bidang manajemen produksi dan siaran programa 2 TVRI Jakarta dan sekitarnya, dengan adanya rencana perubahan frekuensi dari VHF ke UHF. Di bidang isi siaran akan lebih ditekankan kepada paket-paket jadi (can product) dengan materi siaran untuk konsumsi masyarakat metropolitan Jakarta.
Stasiun

Stasiun Pusat TVRI berada di Jakarta, dan TVRI memiliki stasiun relay pada sejumlah kota di Indonesia. Selain TVRI Stasiun Pusat Jakarta, juga terdapat TVRI Stasiun Daerah pada beberapa ibukota provinsi di Indonesia. TVRI Stasiun Daerah selain merelay TVRI Jakarta, juga memiliki acara yang bersifat lokal (termasuk Berita Daerah) pada jam-jam tertentu. TVRI Stasiun Daerah pada umumnya juga direlay oleh stasiun relay di wilayah provinsi tersebut.

Berikut adalah daftar TVRI Stasiun Daerah:

Sumatera:
  • TVRI Aceh (Banda Aceh)
  • TVRI Jambi (Jambi)
  • TVRI Sumatera Barat (Padang)
  • TVRI Sumatera Selatan (Palembang)
  • TVRI Riau (Pekanbaru)
  • TVRI Lampung (Bandar Lampung)

Jawa:
  • TVRI Jawa Barat (Bandung)
  • TVRI Jawa Tengah (Semarang)
  • TVRI Jawa Timur (Surabaya)
  • TVRI Yogyakarta (Yogyakarta)
Bali dan Nusatenggara:

  • TVRI Bali (Denpasar)
  • TVRI Nusa Tenggara Timur (Kupang)

Kalimantan:
  • TVRI Kalimantan Timur (Balikpapan)
  • TVRI Kalimantan Selatan (Banjarmasin)
  • TVRI Kalimantan Barat (Pontianak)

Sulawesi:
  • TVRI Sulawesi Utara (Manado)
  • TVRI Sulawesi Selatan (Makassar)

Maluku dan Papua:
  • TVRI Maluku (Ambon)
  • TVRI Papua (Jayapura)
Motto TVRI pada awalnya adalah Menjalin Persatuan dan Kesatuan, dan pada tahun 2001, mottonya berubah menjadi Makin Dekat di Hati.

TVONE

tvOne (sebelumnya bernama Lativi) adalah sebuah stasiun televisi swasta Indonesia. Stasiun televisi ini didirikan pada tanggal 9 Agustus 2002 oleh pengusaha Abdul Latief. Pada saat itu, konsep penyusunan acaranya adalah banyak menonjolkan masalah yang berbau klenik, erotisme, berita kriminalitas dan beberapa hiburan ringan lainnya. Sejak tahun 2006, sebagian sahamnya juga dimiliki oleh Grup Bakrie yang juga memiliki Stasiun Televisi antv.

Pada tanggal 14 Februari 2008, Lativi secara resmi berganti nama menjadi tvOne, dengan komposisi 70 persen berita, sisanya gabungan program olahraga dan hiburan. Abdul Latief tidak lagi berada dalam kepemilikan saham tvOne. Komposisi kepemilikan saham tvOne terdiri dari PT Visi Media Asia Tbk sebesar 49%, PT Redal Semesta 31%, Good Response Ltd 10%, dan Promise Result Ltd 10%. Direktur Utama tvOne saat ini adalah Ardiansyah Bakrie

Trans7

Trans7 (sebelumnya bernama TV7) adalah sebuah stasiun televisi swasta nasional di Indonesia. Trans7 berdiri dengan nama TV7 berdasarkan izin dari Dinas Perdagangan dan Perindustrian Jakarta Pusat dengan Nomor 809/BH.09.05/III/2000 yang sahamnya sebagian besar dimiliki oleh Kompas Gramedia (KG) dan 12% dimiliki Bakrie & Brothers (perusahaan konglomerat milik Aburizal Bakrie yang memiliki antv).

Pada tanggal 22 Maret 2000 keberadaan TV7 telah diumumkan dalam Berita Negara Nomor 8687 sebagai PT Duta Visual Nusantara Tivi Tujuh. Pada 4 Agustus 2006, Para Group melalui PT Trans Corpora resmi membeli 49% saham PT Duta Visual Nusantara Tivi Tujuh. Dengan dilakukannya re-launch pada tanggal 15 Desember 2006, tanggal ini ditetapkan sebagai hari lahirnya Trans7. Direktur Utama Trans7 saat ini adalah Atiek Nur Wahyuni.

Trans TV

Trans TV atau Televisi Transformasi Indonesia adalah sebuah stasiun televisi swasta Indonesia mulai secara terrestrial area di Jakarta, yang dimiliki oleh konglomerat Chairul Tanjung. Dengan motto "Milik Kita Bersama", konsep tayang stasiun ini tidak banyak berbeda dengan stasiun swasta lainnya. Trans TV adalah anak perusahaan PT Trans Corpora. Kantor Pusat stasiun ini berada di Studio TransTV, Jalan Kapten Pierre Tendean, Jakarta Selatan. Direktur Utama Trans TV saat ini adalah Wishnutama.

Trans TV memperoleh izin siaran didirikan pada tanggal 1 Agustus 1998 Trans TV mulai resmi disiarkan pada 10 November 2001 meski baru terhitung siaran percobaan, Trans TV sudah membangun Stasiun Relai TV-nya di Jakarta dan Bandung. Siaran percobaan dimulai dari seorang presenter yang menyapa pemirsa pukul 19.00 WIB malam. Trans TV kemudian pertama mengudara mulai diluncurkan diresmikan Presiden Megawati Soekarnoputri sejak tanggal 15 Desember 2001 sejak sekitar pukul 19.00 WIB Malam, TRANS TV memulai siaran secara resmi.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Support by Jobindo.com | and by UMB - Indoscholarship.com | Jakmobil.com
Design by Templates | Website Templates